Logo

Desa Sadeng Kolot

Kabupaten Bogor

Home

Profil Desa

Infografis

Listing

IDM

Berita

Belanja

PPID

Hujan abu vulkanik tipis akibat erupsi beruntun Gunung Anak Krakatau dilaporkan mulai melanda wilayah Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Hujan abu vulkanik tipis akibat erupsi beruntun Gunung Anak Krakatau dilaporkan mulai melanda wilayah Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Invalid Date

Ditulis oleh Opr Desa/K Perencanaan

Dilihat 15 kali

Hujan abu vulkanik tipis akibat erupsi beruntun Gunung Anak Krakatau dilaporkan mulai melanda wilayah Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.
Fenomena ini terjadi setelah gunung api di Selat Sunda tersebut mengalami rentetan erupsi menerus sejak Jumat malam hingga akhir pekan ini. [1, 2]
Emisi material abu vulkanik berukuran mikro yang terbawa angin kencang ke arah timur laut kini telah menjangkau ruang publik dan pemukiman warga di Bogor. [1, 2]
Kendaraan dan Rumah Warga Diselimuti Debu
Menurut laporan warga Desa Sadengkolot pada Minggu sore, lapisan debu halus berwarna cokelat kehitaman terlihat jelas menempel pada teras rumah, jendela, serta permukaan kendaraan yang diparkir di luar ruangan. Partikel abu yang bersifat tajam dan kesat ini mulai mengganggu aktivitas harian masyarakat. [1, 2, 3]
"Pas bangun dan keluar rumah, lantai teras rasanya kasar dan ngeres. Mobil dan motor yang diparkir di halaman juga mendadak tertutup debu tipis. Setelah dicek, ternyata kiriman abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau," ujar salah seorang warga setempat. [1]
BMKG Konfirmasi Sebaran Abu Meluas ke Jabar
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa berdasarkan analisis citra satelit Himawari-9, klaster sebaran abu vulkanik lapisan bawah terdeteksi bergerak ke arah timur laut hingga selatan. Sebaran tersebut melingkupi wilayah Banten, DKI Jakarta, hingga sebagian besar Jawa Barat, termasuk wilayah Kabupaten Bogor dan Sukabumi. [1, 2]
Mengingat karakteristik abu vulkanik yang terdiri dari pecahan batuan kecil, mineral, dan kaca vulkanik keras berbentuk runcing, paparan material ini berisiko memicu gangguan kesehatan. Sejumlah warga yang beraktivitas di luar ruangan tanpa pelindung mulai mengeluhkan mata perih, kulit gatal, dan tenggorokan yang terasa sakit saat bernapas. [1, 2]
Imbauan Keselamatan untuk Warga Sadengkolot
Pemerintah Kabupaten Bogor bersama otoritas keselamatan mengimbau masyarakat di kawasan terdampak seperti Desa Sadengkolot untuk meningkatkan kewaspadaan melalui langkah-langkah berikut: [1]
  • Gunakan Pelindung Diri: Wajib menggunakan masker yang menutup hidung dan mulut serta kacamata saat terpaksa bepergian guna menghindari risiko ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan iritasi mata. [1, 2]
  • Batasi Aktivitas Luar Ruangan: Mengurangi kegiatan di luar rumah atau lapangan terbuka, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga dengan riwayat penyakit asma. [1, 2]
  • Amankan Sumber Air dan Makanan: Menutup rapat penampungan air bersih dan makanan agar tidak terpapar endapan abu vulkanik yang mengandung zat sulfur berbahaya. [1]
Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan status Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi radius aman sejauh 3 kilometer dari kawah aktif

Bagikan:

Berita Terbaru

Berita Terbaru

Logo

Desa Sadeng Kolot

Kecamatan Leuwisadeng

Kabupaten Bogor

Provinsi Jawa Barat

© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia